Ujung Aspal

And as for man, when his Lord tries him and [thus] is generous to him and favors him, he says, “My Lord has honored me.” But when He tries him and restricts his provision, he says, “My Lord has humiliated me.”
( Surah Al-Fajr [89:15-16])

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada kesempatan pertama ini, aku mau share materi yang aku dapatkan pada kajian Ust. Subhan Bawazier di acara Rabbaanians hari rabu kemarin. Aku akan coba menuliskan ulang apa yang aku pahami dari kajian tersebut. Jadi sebelumnya aku memohon masukan kalian semua jika ada kesalahan dalam postingan ini. Langsung aja mulai kebahasan topik diatas.

Ujung aspal? kenapa ujung aspal? maksudnya gimana sih???
Oke… sepenangkapan aku jalanan aspal ini dianalogikan dengan perjalanan hidup kita.
First, Let’s look at the picture!!!
Bayangkan kalo kamu sekarang ada diatas jalan aspal tersebut dan kamu harus melalui jalanan aspal itu. Tentunya kamu akan melihat bahwa aspal tersebut memiliki ujung kan? walau terlihat sangat kecil dan sangat jauh. Selain itu, dari ilustrasi gambar diatas, jalanan panjang aspal tersebut diibaratkan adalah perjalanan hidup kita yang harus kita lalui dan diatasnya bakal banyak ujian dan rintangan yang akan Allah berikan. Kebetulan jalan aspal di gambar hanya lurus. Namun, gak menutup kemungkinan juga bahwa seseorang juga bakal menghadapi jalanan aspal yang berliku. Kita juga harus ingat bahwa jalanan aspal yang lurus bisa jadi memiliki banyak ranjau, dll. Intinya, setiap jalan hidup seseorang pasti akan memiliki ujian dan rintangannya masing-masing. Berikut beberapa hal yang aku rangkum tentang ujian hidup yang disampaikan oleh ustadz:

1. Ujian yang Allah berikan itu adalah cara Allah mempertontonkan cintanya. Sedangkan kita nih hambanya bakal tau seberapa besar kita cinta sama sesuatu setelah kita mendapatkan ujian.
Ini alasanya mengapa kita bisa “naik level” setelah kita bisa melewati ujian Allah dengan baik, karena itu membuktikan seberapa besarnya cinta kita kepada Allah dan kita harus yakin setiap kita mendapatkan ujian bahwa inilah cara Allah buat memuliakan kita. karena apa? karena Allah cinta sama kita.
2. Ujian itu tujuannya mendewasakan, maka dewasalah!
Kita kudu inget, ujian yang kita rasakan hari ini adalah untuk hidup kita di masa yang akan datang. Kita harus semakin dewasa dalah menghadapi ujian-ujian selanjutnya. Setiap manusia kan Allah berikan kemampuan untuk belajar dari pengalamannya kan? baik belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan ataupun pendewasaan diri dari cara menghadapi masalah.
3. Ujian hidup yang Allah berikan mungkin dirasanya tak kunjung selesai, seperti perjalanan menuju ujung aspal yang tak berujung.
Sebanyak apapun ujian yang Allah berikan dalam hidup ini, jangan sampai kita menjadi golongan orang2 yang disebutkan di surat Al-Fajr ayat 15-16 diatas ya.. Yang ketika Allah menguji mereka dengan memberikan kesenangan, maka mereka akan memuji Allah. Tetapi, ketika Allah mengujinya dengan membatasi rejeki mereka, mereka malah mengatakan bahwa Allah menghinanya. Naudzubillah min dzalik..

Itulah bagian dari ujian yang dimaksud.

Next, terus ujungnya maksudnya gimana???
Nah ujungnya ini diibaratkan sebagai akhir dari perjalanan hidup ini. Kalau kata Ust. Subhan dan disebutkan di surat Al-Fajr juga, bahwa setiap manusia, apapun ujiannya (yang tentunya berbeda-beda) harus berujung atau berakhir menjadi “Jiwa yang tenang”, yang akan kembali kepada Allah dengan ridho Allah (Well-pleased and pleasing/diridhoi dan ridho kepada Allah) dan mereka lah yang termasuk dalam golongan Hamba Allah yang bisa masuk surga. [Surat Al-Fajr :27-30].

Waaah.. terus gimana caranya biar kita jadi golongan tersebut?
Untuk bahasan ini, ustadz ngasih beberapa tips supaya kita bisa melewati segala ujian dan bisa jadi golongan penghuni surga. Yang pertama dan yang paling penting yaitu, kita harus memahami bahwa hidup itu harus dijalani dengan kebaikan. Apapun yang kita lakukan dalam hidup ini, kita harus fokuskan pada “Al-birru”= kebaikan. Ustadz juga bilang orang-orang yang dijamin masuk surga itu yaitu orang-orang yang selalu melakukan sesuatu dengan baik dan benar sesuai yang dicontohkan rasul. Kemudian, kita juga harus selalu mengembalikan masalah yang kita hadapi kepada Allah.

Terus kira2 apalagi ya? Nah.. yang gak kalah pentingnya yaitu shadaqah jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Dengan memiliki ilmu yang bermanfaat kita akan lebih mudah memberikan kebaikan dan kita pun tahu jika kita menjadi sumber ilmu, maka semakin tua kita nanti, semakin orang lain akan mencari kita 🙂
Kemudian yang perlu diingat juga dari pentingnya ilmu, pun di akhirat nanti yang akan diminta pertanggung jawaban atas seorang anak manusia adalah ayahnya, bukan gurunya. Karena tugas mengajarkan ilmu kepada seorang anak itu adalah kewajiban utamanya pada orang tuanya, khususnya seorang ayah. Itulah pentingnya setiap orang khususnya orang tua harus memiliki ilmu yang bermanfaat dan kudu soleh/solehah juga tentunya.

Dan yang terakhir, Ustadz pesen, jangan sampai urusan dunia mengalahkan Alquran dan bertaqwalah semampunya. Kita juga jangan jadi hakim buat agama orang lain. *Pesan perdamaian*

Last words, Islam itu indah (re: mudah) ya? hehe

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *